Orang bijaksana akan menjadi majikan dari pikirannya, orang bodoh akan menjadi budaknya - Piblilius Syrus

My Blog List

Wednesday, March 9, 2011

Testimoni Mengenai Perkuliahan Kognisi dan Motivasi

Minggu ini dalam perkuliahan mengenai proses kognitif dan motivasi, ibu Dina selaku dosen pengampu meminta kami mempraktekkannya secara langsung dengan mengevaluasi kelebihan dan kekurangan anggota kelompok kami masing-masing. Yang pasti terjadi ulasan yang begitu menarik dan membuat kami lebih menyadari dan menerima segala kekurangan maupun kelebihan anggota kelompok kami khususnya untuk saling melengkapi. Ada terjadi proses kognitif dalam proses kami saling mengenal hingga akhirnya bisa menyebutkan kelebihan maupun kekurangan teman kami, dari segi teori kami memutuskan untuk meninjau dari Model Pembelajaran Observasional Kontemporer Bandura.


Ada dua proses dari empat proses yang dikemukakan oleh beliau yang menjadi pegangan saya dalam proses kognitif ini yaitu atensi dan retensi. Atensi,yaitu adalah dimana pertama kali saya mengenal mereka. Jika mereka tak pernah saya beri atensi, mungkin sampai saat ini saya juga tidak bergaul dengan mereka. Ketika ada atensi terhadap orang lain, timbul perasaan ingin tahu lebih lagi dan hal itu diwujudkan dengan membangun komunikasi. Kemudian terjadi retensi, dimana komunikasi yang dibangun memunculkan informasi yang dapat kita tangkap dan kita ingat agar menjadi suatu ciri yang kita kenal dari teman kita dan kita dapat mengidentifikasikannya.


Dari segi motivasi sendiri ada dua bagian dari motivasi yang kami lakukan dalam penggalian sifat-sifat ini yaitu motivasi ekstrinsik, dimana yang dimaksud ekstinrik adalah motivasi untuk mendapatkan sesuatu (mencapai tujuan), yang ingin kami dapatkan adalah pemahaman proses kognitif itu sendiri yang merupakan tujuan dari tugas share pendapat tiap kelompok yang diberikan oleh dosen pengampu. Dan motivasi intrinsic yaitu melakukan sesuatu untuk sesuatu itu sendiri, yaitu kami melakukan sharing ini untuk mengetahui dan mengenal lebih dalam lagi teman kami.


sumber:
Santrock., J.W. (2008). Psikologi Pendidikan (edisi kedua). Jakarta: Prenada Media
Group

Monday, March 7, 2011

Apakah Dampak Pemahaman Konseptual Terhadap Pembelajaran ?

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai koneksivitas antara pemahaman konseptual dan pembelajaran adalah lebih baik jika kita telaah satu persatu kedua aspek ini. Pembelajaran adalah suatu system atau proses membelajarkan subjek didik/ pembelajar dapat mencapai tujuan-tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien (Depdiknas,Model Pembelajaran IPA SD,2003). Dan menurut Witherington dalam buku Educational Psychology, belajar didefinisikan sebagai suatu perubahan didalam kepribadian yang menyatakan diri sebagai suatu pola baru daripada reaksi yang berupa kecakapan, sikap, kebiasaan, kepandaian, atau suatu pengertian.
Dan pemahaman konseptual itu sendiri adalah kemampuan pembelajar untuk mendefinisikan sebuah konsep berdasarkan pada beberapa criteria (sebagai contoh, karakteristik atau hubungan fisik) dan untuk mengenali hubungan konsep dengan konsep yang lain. Serta, konsep adalah kategori-kategori yang mengelompokkan objek, kejadian, dan karakteristik berdasarkan properti umum (Zacks&tversky,2001). Konsep diperlukan agar kita dapat mengeneralisasikan sesuatu ataupun membantu merumuskan masalah bahkan memecahkannya. Konsep membuat kita dapat berpikir tinggi dan tidak terbatas dari suatu sudut pandang saja. Seperti yang kita ketahui, ilmu pengetahuan tidak berdiri atas satu aspek saja melainkan banyak sekali aspek. Disinilah pemahaman konseptual bekerja. Saat semua aspek-aspek itu bukan lagi menjadi bagian yang terpisah-pisah, maka suatu pengertian ataupun pengetahuan yang solid dapat diperoleh dengan baik. Pemahaman konseptual timbul ketika pembelajar mengetahui definisi atribut dengan baik dari segala sisi dan dapat menjelaskannya dengan jelas. Ada beberapa metode yang dapat diterapkan oleh pengajar untuk membantu meningkatkan pemahaman konseptual pembelajar berupa presentasi langsung, pembentukan konsep, dan pencapaian konsep. Pada akhirnya, tanpa adanya pemahaman konseptual, maka proses pembelajaran hampir tidak mungkin untuk dilaksanakan dengan baik.


Daftar Pustaka
Santrock.,J.W.(2008).Psikologi Pendidikan.Jakarta



Powered by Blogger.