Orang bijaksana akan menjadi majikan dari pikirannya, orang bodoh akan menjadi budaknya - Piblilius Syrus

My Blog List

Monday, September 23, 2013

KAITAN KULIAH ONLINE DENGAN TEORI BELAJAR AWAL



Anggota Kelompok :


TEORI BELAJAR BEHAVIORISTIK
            Di awal abad ke 20 , disiplin psikologi yang baru terbentuk mencari sebuah arah. Pengkondisian refleks dalam eksperimen Bekheterev dan Pavlov telah merefleksikan adanya relasi natural antara stimulus dan refleks yang terasosiasikan dapat diubah. Riset ini telah memuat asumsi bahwa sebab-sebab dari perilaku yang kompleks akan dapat diutarakan. Adanya pelatihan refleks untuk merespon stimulus baru membutuhkan pemasangan berulang kali antara stimulus dan stimulus yang secara alamiah menujukkan refleks. Stimulus yang dikondisikan (CS) akan menimbulkan respons yang dikondisikan (CR) dan kondisi inilah yang disebut pengkondisian klasik.
            Dalam pengkondisian klasik ini juga dapat terjadi dalam suatu proses belajar yang kita jalani sehari-hari diruangan kelas. Biasanya para mahasiswa akan terlihat cenderung memberikan respon membosankan dan tidak menarik apabila menanggapi segala sesuatu yang berbau “belajar” . Para pelajar cenderung tidak menyukai suatu pelajaran apalagi pelajaran yang tidak menarik dan hanya terbatas pada ruangan kelas padahal suatu proses belajar haruslah menyenangkan agar suatu materi lebih dapat dimengerti oleh pelajarnya. Oleh karena itu, dosen pengampu mencoba memberikan nuansa yang berbeda dalam suatu proses belajar yaitu kuliah secara online. Awalnya  kuliah Online kami menjadi lebih antusias dan tertarik mengikuti aktivitas tersebut karena tidak hanya terbatas dengan ruang kelas / bisa akses dimanapun dan kita banyak bisa melihat fitur-fitur yang menarik dalam kecanggihan teknologi. Melalui kuliah Online ini, dosen mencoba menciptakan suatu proses belajar yang tidak tegang dan menyenangkan agar membuat mahasiswa aktif. Dan hasilnya, penerapan metode belajar melalui kuliah Online berhasil menciptakan suatu repson yang positif.
            Apabila kita melihat buku Learning and Instruction di hal 53, kita dapat melihat salah satu strategi yaitu menggunakan relasi yang sudah menimbulkan reaksi positif. Hal ini dapat dilihat melalui metode belajar “PSIKOLOGI BELAJAR” yang kembali menggunakan kuliah online sebagai metode pembelajaran antar pendidik dan anak didik. Setelah kita lihat, ketika dosen pengampu mengadakan kuliah online, mahasiswa terlihat sangat antusias dan aktif dalam prosesnya. Adanya kuliah online diadakan untuk kondisi yang diperkirakan munculnya akan reaksi negative yaitu situasi belajar yang membosankan membuat mahasiswa menjadi tidak terlalu tertarik dengan pelajaran dan kaku dalam memahami sebuah materi.

Teori belajar gestalt
            Psikologi gestalt berfungsi sebagai penentang behaviorisme di pertengahan abad ke-20. Psikolog gestalt berfokus pada persepsi dalam belajar. Organisme merespons keseluruhan ketimbang stimuli spesifik, organisasi stimuli mempengaruhi persepsi dan individu membangun persepsi ketimbang hanya menerima secara pasif.  Adanya kuliah online tidak hanya melihat suatu stimulus yang dihadirkan dan responnya namun melihat keseluruhan proses belajar yaitu interaksi antar diri dan lingkungan. Adanya proses yang terjadi dalam mengadakan kuliah online juga dilihat secara keseluruhan terutama pemecahan masalahnya.
            Individu harus mampu mengorganisasikan semua persepsinya untuk dapat memecahkan masalahnya, misalnya ada masalah koneksi internet dengan menggunakan modem saat melakukan kuliah online. Adanya muncul masalah itu membuat individu belajar untuk menemukan solusi sehingga kuliah online dapat berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan koneksi lagi seperti menggunakan Wi-fi di kampus atau warnet. Masalah yang lain dalam diskusi online adalah listrik yang padam padahal baterai laptop tinggal sedikit dan solusinya adalah nge charge baterai laptop sampai full. Adapun pemecahan masalah yang dilakukan setiap individu itu berbeda-beda sehingga ada yang berhasil menemukan solusi dan ada yang tidak berhasil. Namun berulang kali diadakan kuliah online membuat para mahasiswa belajar untuk menemukan solusi atas masalah-masalah yang terjadi selama kuliah online berlangsung agar diharapkan kuliah online selanjutnya tidak menemukan masalah yang sama.

Testimoni:
Kuliah online membantu kita untuk jadi lebih dapat mempersiapkan dan mengatur diri kita, terutama di masa-masa krisis listrik seperti saat ini. Kuliah online membuat saya lebih mengantisipasi kejadian-kejadian tak terduga dengan mengcharge laptop dan menahan diri untuk tidak menggunakannya seharian agar bisa digunakan saat kuliah online. Kuliah online juga membuat kita lebih aktif walau tidak bertemu pandang dengan satu kelas. Dan tentu saja kuliah online ini menambah pengalaman "berkuliah" yang baru walau sudah dilaksanakan semenjak semester dua. Saya ingat, saat hendak kuliah online MK. Psi Belajar, teman-teman saya dari fakultas lain bertanya "kenapa harus kuliah online? emang gimana sih? efektif ga?" menunjukkan bahwa dari segi penyajian kuliahnya, Fakultas Psikologi sangat kreatif. Dan saya senang dapat terlibat di dalamnya.

Sunday, September 15, 2013

Tugas Kelompok Teori Belajar – Skinner

Anggota Kelompok :


1       Mengapa kelompok memilih teori Skinner ?

Ada beberapa alasan yang membuat kelompok memilih teori ini, yaitu :
a.       Teori ini bersifat aplikatif dan sangat sering digunakan dan ditemui di kehidupan sehari-hari.
b.      Teori ini mudah dipahami.
c.       Teori ini menjelaskan mengenai reinforcement serta punishment, dan pada kenyataannya kebanyakan orang menyukai reinforcement dan menghindari punisment.
d.      Di kehidupan sehari-hari, saat kita mengetahui adanya konsekuensi, maka kita akan termotivasi untuk menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya.
e.       Ketika kita dihargai, perilaku kita akan semakin diperkuat. Hal ini sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Skinner.
f.       Teori ini merupakan teori yang sangat sering dipelajari dari awal perkuliahan (semester 1 hingga semester akhir).

Nb : setelah mendiskusikan jawaban mengenai alasan, kelompok sepakat bahwa semua alasan yang diungkapkan merupakan hal yang disetujui oleh seluruh anggota kelompok.

2.       Apa yang menjadi poin utama teori Skinner ? Kaitkan pula dengan alasan kelompok memilih teori ini !

Ada 3 poin utama dari teori Skinner, yaitu :
a.       Adanya kesempatan dimana perilaku terjadi (timing)
b.      Perilaku (behavior)
c.       Konsekuensi dari perilaku (consequence)
                        Alasan kelompok memilih teori Skinner sejalan dengan poin utama dari teori tersebut. Kelompok berpendapat bahwa kecenderungan manusia berperilaku dikarenakan adanya konsekuensi atas perilakunya tersebut. Konsekuensi tersebut juga harus diberikan secara konsisten sehingga perilaku yang diinginkan akan menetap. Jika perilaku yang dilakukan dianggap baik, maka akan menghasilkan reinforcement positif sehingga perilaku tersebut dipertahankan. Begitu juga dengan perilaku yang dianggap tidak baik, maka akan menghasilkan punishment sehigga perilaku tersebut hilang.

3.      Kaitkan hubungan antara teori Skinner dengan 3 keyakinan umum filsafat konstruktivis-sosial !

            Di dalam teori Skinner, terdapat juga keyakinan umum filsafat konstruktivis-sosial. Dimana pengetahuan yag diartikan sebagai produk dari setting belajar, produk dari penelitian ataupun aktivitas tertentu terlihat dari perilaku yang dihasilkan. Dalam teori Skinner, perilaku merupakan produk dari proses belajar.
            Belajar itu sendiri merupakan proses untuk mendapatkan pengetahuan. Pada teori Skinner, proses pengkondisian merupakan proses belajar pada individu. Pengkondisian tidak terjadi begitu saja. Pengkondisian tersebut dilakukan secara berulang-ulang sehingga menghasilkan perilaku yang menetap (habit) yang dapat diartikan sebagai produk dari proses belajar.
            Lokus belajar tidak terbatas hanya pada pikiran individu, namun terjadi di komunitas partisipan dan didistribusikan diantara sesama partisipan. Begitu juga pada teori Skinner, dimana kita mendapatkan reward atau punishment melalui proses interaksi dengan orang lain. Dan ada distribusi dari individu luar (orang lain atau lingkungan) terhadap individu yang sedang melakukan proses belajar. 
Powered by Blogger.